ct scaN

info sehat

Hati - Hati Asma Menyebabkan Kematian

Banyak orang berpikir bahwa asma adalah gangguan pernapasan ringan dimana pasien hanya mengeluh perasaan sesak ringan. Namun perlu Anda ketahui bahwa serangan asma berat dapat mengancam nyawa. Jadi mari kita kenali lebih jauh mengenai serangan asma

Apa itu Asma?

Asma adalah gangguan pernafasan yang ditandai dengan serangan sesak napas. Asma disebabkan karena saluran udara mengecil atau adanya cairan mukus yang banyak. Pernapasan pasien akan lebih sulit karena saluran udara yang lebih kecil. Pernapasan pasien juga akan menimbulkan bunyi sebagai akibat dari benturan aliran udara dengan saluran udara yang kecil.

Bagaimana Asma menyebabkan kematian? Berikut penjelasannya:

Asma menyebabkan kematian dengan menyumbat aliran pernapasan. Walaupun umumnya serangan asma adalah serangan yang ringan, dalam beberapa kasus dapat terjadi serangan asma berat. Serangan asma berat dapat menyebabkan sumbatan saluran napas yang begitu berat dan menghalangi udara masuk ke alveoli paru-paru, sel yang berperan dalam pertukaran udara. Ketika sumbatan saluran napas begitu berat, seorang pasien asma akan mengalami serangan sesak napas yang berat. Apabila hal ini tidak ditangani dengan baik, serangan ini dapat berakhir pada kematian akibat hipoksia atau kekurangan oksigen.

Penanganan awal pasien asma

Mengingat keadaan serangan asma dapat mengarah kepada keadaan yang serius, penanganan awal asma haruslah dilakukan dengan baik. Pasien dengan serangan asma berulang, lebih baik menyimpan obat pelega asma di rumah dan obat tersebut dibawa kemanapun dia pergi. Jika sedang mengalami serangan asma, duduklah, tenangkan diri dan segera gunakan obat pelega asma. Serangan asma yang menyebabkan gangguan aktivitas atau tidak membaik dengan obat pelega, merupakan tanda bahwa pasien harus diberikan terapi yang lebih serius, jika demikian pergilah ke unit gawat darurat terdekat.

 

Sumber : http://www.thamrinhospitalpurwakarta.com/index.php/8-news/latest-news/348-info-kesehatan-asma

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Usia Pertama Haid Bisa Prediksi Risiko Penyakit Jantung

 

Usia berapa Anda mendapatkan haid (menstruasi)? Sebuah penelitian mengungkapkan usia pertama seorang perempuan mendapat haid bisa memprediksi risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Perempuan yang mulai menstruasi sebelum usia 10 tahun atau setelah 17 tahun berisiko tinggi terkena penyakit jantung, stroke, dan hipertensi.

Pemimpin penelitian dari University of Oxford di Inggris, Dr. Dexter, mengatakan, menarche (haid pertama) dini cenderung terjadi pada anak-anak obesitas sehingga berhubungan dengan risiko penyakit jantung.

Penelitian ini mempelajari data kesehatan lebih dari satu juta perempuan di Inggris berusia 50-64 tahun, termasuk reproduksi dan riwayat medis.  Selama 11 tahun, sekitar 250 wanita dirawat di rumah sakit atau meninggal karena komplikasi dari hipertensi, 73 ribu penyakit jantung, dan 25 ribu menderita stroke.

Responden yang haid pertama di usia 13 tahun ada sekitar 25 persen di grup itu berisiko rendah dalam masalah jantung selama penelitian. Ini berbeda dengan empat persen wanita lainnya yang haid pertama pada usia 10 tahun atau lebih muda (27 persen) lebih mungkin mengembangkan penyakit jantung.

Menurut jurnal Circulation, risiko penyakit jantung meningkat hampir sama pada satu persen wanita yang mulai menstruasi pada usia 17 atau lebih tua.

"Ini sangat menarik membenarkan penelitian sebelumnya yang menunjukkan hubungan antara menarche dini dan risiko penyakit kardiovaskular," kata David Dunger, Ilmuwan Pediatrik di University of Cambridge di Inggris yang tidak terlibat dalam penelitian terbaru seperti dilansir Dailymail, Rabu (17/12/2014).

Sumber : http://health.liputan6.com/read/2148495/usia-pertama-haid-bisa-prediksi-risiko-penyakit-jantung

 

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Cegah Keracunan Makanan Saat Hamil

Ketika hamil, Anda harus lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Dengan begitu Anda dapat menjaga diri dan janin dalam kandungan terhadap keracunan makanan.

Keracunan makanan bisa diakibatkan bakteri, seperti salmonella dan listeria. Bakteri ini bisa berdampak buruk terhadap janin dalam kandungan. Nah, agar calon bayi dalam kandungan tetap sehat, berikut beberapa makanan yang 'wajib' dipantang untuk sementara waktu:

- Keju yang soft mold-ripened (Brie dan Camembert), keju yang tidak dipasteurisasi atau dipanaskan sampai suhu 80ºC (seperti pada kebanyakan Parmesan), serta keju blue-veined (Stilton dan Danish Blue), sebab bisa menjadi tempat berlabuhnya listeria. Keju Cheddar dan keju cottage boleh tetap dikonsumsi karena aman.

- Salad dalam kemasan, seperti salad daging dengan dressing dan sebagainya, yang dijual dalam lemari berpendingin di toko atau restoran.

- Telur mentah atau setengah matang dan makanan yang menggunakan telur dalam keadaan seperti itu, misalnya mayonnaise buatan sendiri dan tiramisu, sebab bisa mengandung salmonella.

- Daging mentah atau setengah matang, dan susu yang tidak pasteurisasi untuk menghindari toksoplasmosis (parasit yang bisa menyebabkan infeksi).

Sumber : http://www.parenting.co.id/article/hamil/cegah.keracunan.makanan.saat.hamil/001/001/76