Spesialis tht

POLI THT

BRAIN Evoked Response Audiometry atau BERA

merupakan alat yang bisa digunakan untuk mendeteksi dini adanya gangguan pendengaran, bahkan sejak bayi baru saja dilahirkan. Istilah lain yang sering digunakan yakni Brainstem AuditoryEvoked Potential (BAEP) atau Brainstem Auditory Evoked Response Audiometry(BAER). Alat ini efektif untuk mengevaluasi saluran atau organ pendengaran mulaidari perifer sampai batang otak.

Tes BERA ini dapat menilai fungsi pendengaran bayi atau anak yang tidak kooperatif. Yang tidak dapat diperiksa dengan cara konvensionil.(baca lebih lanjuuuttt…)

Berbeda dengan audiometry, alat ini bisa digunakan pada pasien yangkooperatif maupun non-kooperatif seperti pada anak baru lahir, anak kecil, pasienyang sedang mengalami koma maupun stroke,tidak membutuhkan jawaban ataurespons dari pasien seperti pada audiometry karena pasien harus memencet tombol jika mendengar stimulus suara. Alat ini juga tidak membutuhkan ruangan kedap suarakhusus.



Keterangan gambar :

Langkah 1 : Lakukan pemeriksaan skrining OAE pada anak anda ketika berusia 0 bulan. Bila hasilnya PASS (kedua telinga) : tidak perlu periksa OAE ulang, cukup observasi perkembangan bicara anak sesuai tabel perkembangan berbicara normal. Bila hasilnya REFER : periksa ulang OAE untuk kedua kalinya dalam waktu 30 hari
(usia anak 1 bulan) = Langkah 2

Langkah 2 : Lakukan pemeriksaan skrining OAE ULANG pada anak anda ketika berusia 1 bulan. Bila hasilnya PASS (kedua telinga) : tidak perlu periksa BERA, cukup observasi perkembangan bicara anak sesuai tabel perkembangan berbicara normal. Bila hasilnya REFER : Lanjutkan dengan pemeriksaan BERA, pada saat anak anda berusia 3 bulan  = Langkah 3

Langkah 3  : Lakukan pemeriksaan  BERA pada anak anda ketika berusia 3 bulan.

                  Hasil pemeriksaan BERA dapat memberiksan informasi tentang :
                          A. Telinga mana yang terkena :
                                 a. kanan saja
                                 b. kiri saja
                                 c. telinga kanan dan kiri.  

                          B. Jenis gangguan dengar :
                                 a. gangguan dengar konduktif
                                 b. gangguan dengar sensorineural
                      
                          C. Derajat gangguan dengar :
                                 a. ringan
                                 b. sedang
                                 c. berat
                                 d. sangat berat

Apabila anak anda memerlukan pemeriksaan BERA, maka pemeriksaan BERA dapat dilakukan di RSMH Thamrin Salemba.

Ketahui bahwa : tergantung pada hasil pemeriksaan BERA, dokter THT konsultan akan menjelaskan diagnosis dan penatalaksaan selanjutnya bagi anak anda yang kurang ebih sebagai berikut :

a. Apabila diagnosisnya adalah gangguan dengar konduktif maka sifat gangguan dengarnyadapat sementara atau menetap, dokter akan mencoba memberikan terapi kemudian mengevaluasi / melakukan pemeriksaan ulang untuk melihat respon pengobatan.
                        
b. Apabila diagnosisnya adalah gangguan dengar sensorineural maka sifat gangguan dengarnya adalah menetap, dokter akan menyarankan penggunaan alat bantu mendengar dan konsultasi dengan dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang dan speech therapist untuk penanganan selanjutnya.

c. Kemungkinan lainnya adalah fungsi pendengaran dalam batas normal.   
Apabila ditemukan ada gangguan pendengaran dan diperlukan penggunaan alat bantu dengar dapat dilanjutkan dengan FITTING / mencoba alat bantu dengar di tempat itu juga.